Teks Hikayat

 Cerpen ini saya buat bedasarkan cerita hikayat yang berjudul "Pengembara Yang Lapar"

Ambisi Yang Mengerikan

Pada suatu hari, ada dua orang sahabat bernama Rani dan Salsa, mereka sedang belajar di tumah Salsa untuk bersiap menghadapi ujian sekolah besok. Mereka belajar sampai lupa waktu, sebenarnya yang belajar giat hanyalah Salsa, sedangkan Rani sibuk makan camilan di kamarnya Salsa.

Tak lama kemudian, tiba-tiba mamanya Salsa datang.

“Salsa,Rani ayo makan dulu, dari tadi belajar terus” kata mama Salsa.

“Ih mah, aku dan Rani kan lagi belajar.. kok digangguin sih” balas Salsa.

“Lah...makan itu bikin kamu tambah fokus belajarnya...kalo kamu gak mau makan, Rani saja yang makan...ayo Rani” kata mama Salsa.

“Ih Rani kan lagi belajar juga” kata Salsa.

“Eh saya ikut Salsa saja deh tante..” ata Rani kepada mama Salsa.

“Yaudah kalo gitu mama tinggalin makanan buat kalian di meja ya...jangan lupa makan loh!” kata mama Salsa, kemudian beranjak meninggalkan kamar.

“Ayo belajar lagi” kata Salsa yang dibalas anggukkan oleh Rani.Kemudian mereka lanjut belajar lagi.

 

Keesokan harinya, Rani dan Salsa sedang duduk di bangku mereka sambil mereview kembali materi yang mereka pelajari kemaren. Tiba-tiba ada satu geng yang datang ke kelas mereka.

“Weh weh!!! Siapa mau contekan???ini gue ada semua kunci jawaban untuk ujian hari ini” kata salah satu anggota dari geng itu, Rani dan Salsa pun kaget. 

“Rani, kita ambil yuk contekkan itu” kata Salsa kepada Rani.

“Eh jangan gak usah... kita kan udah belajar, gak perlua yang gitu-gituan” balas Rani.

“Ih tapi kan kalo pakai itu jadi lebih pasti jawaban-jawabannya” kata Salsa lagi.

“Eh terserah lo deh, Sal. Gue gak mau yah ambil risiko, gue juga sudah nasehatin lo. Kalo ada apa-apa jangan bawa nama gue lohya” kata Rani.

“Ih yaudah. Gak bakal ketauan juga kok” balas Salsa sambil berjalan menuju geng itu dan meminta contekan itu.

 

Suasana kelas sangat sepi dan tenang. Ya, mereka sedang ujian. Rani dan Salsa fokus untuk menjawab lembar kerja itu, Salsa sibuk mencari cara untuk melihat contekannya itu. Tiba-tiba ada seorang guru pengawas melihat Salsa yang sibuk dengan contekannya.

“Hei kamu! Saya tahu kamu sedang melakukan hal yang curang!sini mana contekanmu!” bentak guru itu, sontak membuat semua murid kaget termaksuk Rani dan Salsa. Salsa sudah keringat dingin dan cemas, tapi karena Salsa orangnya tidak bisa berbohong akhirnya dia mengaku saja, dan kemudian Salsa pergi ke ruang Kepala Sekolah untuk di sidang, orang tua Salsa pun dipanggil untuk menghadap ke sekolah.

 

Unsur Intrinsik Cerita Ini

1.     Tema : Sekolah

2.     Tokoh dan Penokohan : 

·      Salsa : ambisius, jujur

·      Rani : santai, baik

·      mama Salsa : baik, perhatian

·      guru pengawas : tegas

·      geng : nakal

3.     Alur : Maju

4.     Latar :

·      Tempat : Kamar Salsa , Kelas

·      Waktu : Malam , pagi

·      Suasana : Sepi , tegang

5.     Sudut pandang : Orang ketiga

6.     Gaya bahasa : -

7.     Amanat : Jangan ambisi terlalu berlebihan yang menyebabkan petaka, jangan menyontek ketika sedang ujian, dan selalu mendengar kata orang tua.

 

 

 

 

 

Komentar